Profil Thomas Djiwandono, keponakan Prabowo yang jadi deputi gubernur BI/

Thomas Djiwandono resmi terpilih sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI)

JAKARTA – Wakil Menteri Keuangan Thomas Djiwandono resmi terpilih sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) setelah mendapatkan persetujuan Komisi XI DPR RI. Ia menggantikan Juda Agung yang mengundurkan diri dari jabatannya pada 13 Januari 2026.

Keputusan tersebut diambil dalam rapat internal Komisi XI DPR RI usai pelaksanaan uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) terhadap tiga kandidat calon Deputi Gubernur BI. Uji tersebut digelar dalam dua tahap, yakni pada Sabtu, 23 Januari 2026, dan Senin, 26 Januari 2026. Berdasarkan hasil penilaian menyeluruh terhadap kapasitas, rekam jejak, serta visi kebijakan moneter dan stabilitas sistem keuangan, Komisi XI menetapkan Thomas Djiwandono sebagai kandidat terpilih.

Penunjukan ini menandai babak baru dalam perjalanan karier Thomas, yang dikenal memiliki pengalaman lintas sektor, mulai dari jurnalisme, keuangan internasional, dunia usaha, hingga pemerintahan.

Riwayat Pendidikan

Thomas Djiwandono menempuh pendidikan dasar dan menengah di Jakarta. Salah satu institusi pendidikan yang pernah ia jalani adalah SMP Kanisius, Menteng, yang dikenal sebagai sekolah dengan tradisi akademik kuat.

Pendidikan tingginya dilanjutkan ke Amerika Serikat. Pada 1994, ia meraih gelar Bachelor of Arts in History dari Haverford College, Pennsylvania. Minatnya pada isu global dan ekonomi kemudian membawanya melanjutkan studi pascasarjana di Johns Hopkins University School of Advanced International Studies (SAIS), Washington DC. Di institusi tersebut, ia menempuh program Hubungan Internasional dan Ekonomi Internasional dan memperoleh gelar Master pada 2003.

Awal Karier: Jurnalisme dan Keuangan

Karier profesional Thomas diawali di dunia jurnalistik. Pada 1993, ia menjadi wartawan magang di Majalah Tempo, sebelum kemudian bergabung sebagai jurnalis di Indonesia Business Weekly setelah menyelesaikan studi sarjananya.

Memasuki pertengahan 1990-an, Thomas beralih ke sektor keuangan internasional. Ia bekerja sebagai analis di Whetlock NatWest Securities di Hong Kong pada periode 1996–1999, sebuah pengalaman yang memperkuat pemahamannya terhadap pasar modal dan dinamika keuangan global.

Setelah itu, ia kembali ke Indonesia dan bekerja sebagai konsultan di perusahaan konsultan bisnis Castle Asia pada 1999–2000, menangani berbagai kajian strategis dan analisis kebijakan ekonomi.

Kiprah di Dunia Usaha

Pada 2004, Thomas bergabung dengan PT Comexindo International, perusahaan perdagangan internasional yang berada di bawah naungan Arsari Group. Kariernya di grup usaha tersebut terbilang panjang dan progresif.

Ia menjabat sebagai Direktur Pengembangan Bisnis pada periode 2004–2008, kemudian dipercaya sebagai Deputi CEO pada 2008–2009, sebelum akhirnya menduduki posisi CEO dari 2010 hingga 2024. Selain itu, Thomas juga menjabat sebagai Deputi CEO Arsari Group sejak 2006 hingga 2024, memperkuat perannya dalam pengelolaan dan ekspansi bisnis grup tersebut.

Kiprah Politik dan Jabatan Wakil Menteri Keuangan

Di luar dunia usaha, Thomas juga aktif di ranah politik. Ia dikenal sebagai kader Partai Gerindra dan pernah mencalonkan diri sebagai calon anggota legislatif di Provinsi Kalimantan Barat. Sejak 2008, ia menjabat sebagai Bendahara Umum Partai Gerindra, posisi strategis yang ia emban selama lebih dari satu dekade.

Pada Pemilihan Presiden 2014, Thomas berperan penting dalam pengelolaan logistik dan pendanaan Koalisi Merah Putih yang mengusung pasangan Prabowo Subianto–Hatta Rajasa.

Seiring pencalonannya sebagai Deputi Gubernur BI, Thomas mengundurkan diri dari kepengurusan Partai Gerindra per 31 Desember 2025. Langkah tersebut dilakukan untuk memenuhi ketentuan Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2023, yang melarang anggota Dewan Gubernur Bank Indonesia merangkap sebagai pengurus atau anggota partai politik.

Selain itu, Thomas juga tergabung dalam Tim Gugus Sinkronisasi Bidang Ekonomi dan Keuangan pada masa transisi pemerintahan dari Presiden Joko Widodo ke Presiden Prabowo Subianto pada 2024, yang bertugas menyelaraskan arah kebijakan ekonomi nasional.

Ia pertama kali dilantik sebagai Wakil Menteri Keuangan oleh Presiden Joko Widodo pada 18 Juli 2024. Jabatan tersebut kembali ia emban dalam Kabinet Merah Putih di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka sejak 21 Oktober 2024, hingga akhirnya terpilih sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

48 + = 55
Powered by MathCaptcha

Scroll to Top
Scroll to Top