Senin | 6 Juli 2026

SUKOHARJO – Kabar gembira bagi masyarakat yang menggunakan bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi. PT Pertamina (Persero) resmi menurunkan harga sejumlah produk BBM nonsubsidi mulai awal Juli 2026. Penyesuaian harga tersebut mulai berlaku di seluruh Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Pertamina di Indonesia, termasuk di wilayah Sukoharjo, Jawa Tengah, pada Minggu (5/7/2026).
Penurunan harga ini menjadi angin segar bagi para pengguna kendaraan pribadi, terutama mereka yang tetap setia menggunakan BBM berkualitas tinggi meski sebelumnya sempat mengalami kenaikan harga yang cukup signifikan. Kebijakan tersebut juga diharapkan mampu meringankan beban masyarakat di tengah tingginya biaya hidup dan kenaikan harga berbagai kebutuhan pokok.
Seperti diketahui, PT Pertamina Patra Niaga menyesuaikan harga BBM nonsubsidi yang mulai berlaku sejak Rabu (1/7/2026). Dalam kebijakan terbaru tersebut, harga Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamina Dex mengalami penurunan, sementara harga Pertamax serta Pertamax Green 95 tetap dipertahankan.
Untuk wilayah yang menerapkan Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBBKB) sebesar 5 persen, termasuk DKI Jakarta dan sekitarnya, harga Pertamax Turbo kini dijual Rp19.300 per liter. Harga tersebut turun cukup tajam dibandingkan sebelumnya yang mencapai Rp20.750 per liter.
Sementara itu, Dexlite kini dipasarkan dengan harga Rp19.700 per liter, turun dari sebelumnya Rp23.000 per liter. Penurunan terbesar juga terjadi pada Pertamina Dex yang kini dijual Rp21.150 per liter dari harga sebelumnya Rp24.800 per liter.
Di sisi lain, Pertamax tidak mengalami perubahan harga dan tetap dijual Rp16.250 per liter. Hal serupa juga berlaku untuk Pertamax Green 95 yang masih dipasarkan sebesar Rp17.000 per liter.
Untuk BBM bersubsidi, pemerintah bersama Pertamina belum melakukan penyesuaian harga. Pertalite masih dijual Rp10.000 per liter, sedangkan Bio Solar subsidi tetap dipatok Rp6.800 per liter.
Warga Sukoharjo Tetap Memilih Pertamax
Meski harga Pertamax belum kembali turun setelah mengalami kenaikan pada Juni lalu, sebagian masyarakat tetap memilih menggunakan BBM beroktan tinggi tersebut demi menjaga performa kendaraan mereka.
Salah satunya adalah Irul (38), warga Solo Baru, Sukoharjo, Jawa Tengah. Ia mengaku tidak tergoda untuk beralih menggunakan Pertalite meskipun banyak pengguna kendaraan lain melakukannya demi menghemat pengeluaran.
Menurut Irul, kualitas bahan bakar menjadi pertimbangan utama dibandingkan sekadar mengejar selisih harga.
“Masih pilih pakai Pertamax ya, biar yang lain pada rame-rame antre Pertalite, saya gak ikutan,” ujar Irul kepada TribunStyle.com pada Sabtu (4/7/2026) pukul 20.30 WIB.
Ia menilai penggunaan Pertamax memberikan kenyamanan lebih saat berkendara serta diyakini mampu menjaga performa mesin tetap optimal dalam jangka panjang.
Selain itu, penggunaan Pertamax juga membuat dirinya tidak perlu menghabiskan waktu mengantre panjang di SPBU sebagaimana yang terjadi pada antrean kendaraan pengguna Pertalite dalam beberapa pekan terakhir.
“Menjaga kualitas mesin saja, dan tentunya tidak perlu antre panjang,” tambahnya.
Banyak Pengendara Beralih ke Pertalite
Sejak harga Pertamax mengalami kenaikan sebesar Rp4.000 per liter menjadi Rp16.250 pada 10 Juni 2026 lalu, cukup banyak masyarakat yang memutuskan beralih menggunakan Pertalite.
Perpindahan tersebut dipicu pertimbangan ekonomi, terutama di tengah meningkatnya pengeluaran rumah tangga. Selain harga BBM yang sempat naik, masyarakat juga dihadapkan pada kenaikan harga berbagai kebutuhan pokok, khususnya sembako, sehingga banyak yang mencari cara untuk menekan biaya harian.
Akibatnya, antrean kendaraan di dispenser Pertalite di sejumlah SPBU menjadi lebih panjang dibandingkan sebelumnya. Meski demikian, masih terdapat kelompok konsumen yang tetap memilih Pertamax karena mengutamakan kualitas bahan bakar dan performa kendaraan.
Pantauan TribunStyle.com di sejumlah SPBU di kawasan Solo Baru dan Purigading menunjukkan masih cukup banyak pengendara yang rela membeli Pertamax meski harganya lebih tinggi dibandingkan Pertalite.
Bagi sebagian pengguna, selisih harga dianggap sebanding dengan manfaat yang diperoleh, terutama untuk menjaga kondisi mesin kendaraan agar tetap prima dan memperoleh pengalaman berkendara yang lebih nyaman.
Daftar Harga BBM Pertamina Minggu, 5 Juli 2026
Berikut daftar harga BBM Pertamina yang berlaku di berbagai wilayah Indonesia:
Aceh, Sumatera Utara, Jambi, Bengkulu, Sumatera Selatan, Bangka Belitung, dan Lampung
- Pertalite: Rp10.000 per liter
- Biosolar: Rp6.800 per liter
- Pertamax: Rp16.650 per liter
- Pertamax Turbo: Rp19.750 per liter
- Dexlite: Rp20.150 per liter
- Pertamina Dex: Rp21.650 per liter
Sumatera Barat, Riau, dan Kepulauan Riau
- Pertalite: Rp10.000 per liter
- Biosolar: Rp6.800 per liter
- Pertamax: Rp17.000 per liter
- Pertamax Turbo: Rp20.150 per liter
- Dexlite: Rp20.550 per liter
- Pertamina Dex: Rp22.100 per liter
Free Trade Zone (FTZ) Sabang
- Pertalite: Rp10.000 per liter
- Biosolar: Rp6.800 per liter
- Pertamax: Rp15.250 per liter
- Dexlite: Rp18.450 per liter
Free Trade Zone (FTZ) Batam
- Pertalite: Rp10.000 per liter
- Biosolar: Rp6.800 per liter
- Pertamax: Rp15.500 per liter
- Pertamax Turbo: Rp18.350 per liter
- Dexlite: Rp18.700 per liter
- Pertamina Dex: Rp20.100 per liter
DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, dan Jawa Timur
- Pertalite: Rp10.000 per liter
- Biosolar: Rp6.800 per liter
- Pertamax: Rp16.250 per liter
- Pertamax Turbo: Rp19.300 per liter
- Pertamax Green 95: Rp17.000 per liter
- Dexlite: Rp19.700 per liter
- Pertamina Dex: Rp21.150 per liter
Bali, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur
- Pertalite: Rp10.000 per liter
- Biosolar: Rp6.800 per liter
- Biosolar Nonsubsidi: Rp19.600 per liter
- Pertamax: Rp16.250 per liter
- Pertamax Turbo: Rp19.300 per liter
- Dexlite: Rp19.700 per liter
- Pertamina Dex: Rp21.150 per liter
Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Timur
- Pertalite: Rp10.000 per liter
- Biosolar: Rp6.800 per liter
- Pertamax: Rp16.650 per liter
- Pertamax Turbo: Rp19.750 per liter
- Dexlite: Rp20.150 per liter
- Pertamina Dex: Rp21.650 per liter
Kalimantan Selatan dan Kalimantan Utara
- Pertalite: Rp10.000 per liter
- Biosolar: Rp6.800 per liter
- Pertamax: Rp17.000 per liter
- Pertamax Turbo: Rp20.150 per liter
- Dexlite: Rp20.550 per liter
- Pertamina Dex: Rp22.100 per liter
Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Selatan, dan Sulawesi Barat
- Pertalite: Rp10.000 per liter
- Biosolar: Rp6.800 per liter
- Pertamax: Rp16.650 per liter
- Pertamax Turbo: Rp19.750 per liter
- Dexlite: Rp20.150 per liter
- Pertamina Dex: Rp21.650 per liter
Maluku dan Maluku Utara
- Pertalite: Rp10.000 per liter
- Biosolar: Rp6.800 per liter
- Pertamax: Rp16.650 per liter
- Dexlite: Rp20.150 per liter
Papua
- Pertalite: Rp10.000 per liter
- Biosolar: Rp6.800 per liter
- Pertamax: Rp16.650 per liter
- Pertamax Turbo: Rp19.750 per liter
- Dexlite: Rp20.150 per liter
Papua Barat dan Papua Barat Daya
- Pertalite: Rp10.000 per liter
- Biosolar: Rp6.800 per liter
- Pertamax: Rp16.650 per liter
- Dexlite: Rp20.150 per liter
- Pertamina Dex: Rp21.650 per liter
Papua Selatan, Papua Tengah, dan Papua Pegunungan
- Pertalite: Rp10.000 per liter
- Biosolar: Rp6.800 per liter
- Pertamax: Rp16.650 per liter
- Dexlite: Rp20.150 per liter.
Dengan turunnya harga beberapa jenis BBM nonsubsidi pada awal Juli ini, masyarakat diharapkan memiliki lebih banyak pilihan sesuai kebutuhan dan kemampuan finansial masing-masing. Bagi pengguna Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamina Dex, penyesuaian harga tersebut memberikan penghematan yang cukup signifikan, sementara pengguna Pertamax dan BBM bersubsidi tetap menikmati harga yang tidak berubah dibandingkan bulan sebelumnya.
